Posts

Banjir.. jir.. jir

Image
Banjir menjadi headline di berbagai media minggu-minggu terakhir ini. Betapa tidak, ibukota tercinta yang selama ini dikenal angkuh, akhirnya terkalahkan sebuah zat yang bergerombol membentuk bencana bernama Banjir. Tak kurang orang-orang ikut memberikan bantuan kepada para korban banjir tersebut, meskipun (maaf) saya tidak ikut-ikutan berpusing ria dengan hal tersebut. Sebenarnya banjir merupakan hal yang wajar dan sudah dapat diperkirakan akan terjadi di Jakarta. Dengan populasi mendekati 12 juta jiwa, tak heran wilayah yang relatif kecil tersebut disesaki orang-orang daerah yang mengadu nasib disana, harus berebut lahan dengan air dan daerah resapan air. Bukan itu saja, selain orang-orang yang nekat menempati “rumahnya air” seperti kali Ciliwung, orang-orang berduit pun tak mau kalah, dengan menyulap wilayah-wilayah resapan air menjadi kawasan pemukiman elit atau kompleks bisnis yang menggiurkan, tapi tak ramah lingkungan. Maka tak perlu heran ketika air berontak dan meminta “tem...

Yang kurang dari Majalengka

Image
Banyak yang memiliki pandangan sama dalam hal “apa yang salah dengan Majalengka?” Dalam milis alumni-smansa Majalengka di YahooMail, banyak lontaran-lontaran pemikiran yang diberikan oleh para alumnus yang tersebar di berbagai kota, Bandung, Bogor, Jakarta, Batam, Malang, Kalimantan dsb. Tapi inti dari lontaran yang diajukan oleh para alumnus itu tetap satu. Majalengka harus berubah. Sebenarnya sudah sejak lama Majalengka seperti jalan di tempat. Hal tersebut bukan tanpa alasan, dasar penilaian saya adalah dinamisasi masyarakat juga tingkat pembangunan yang dilaksanakannya. Isu yang paling hangat tentunya adalah pembangunan Bandara Internasional di Kertajati, yang sampai sekarang belum jelas benar-benar akan (atau telah) dilakukan. Yang jelas sampai sekarang hal tersebut tetap menjadi icon utama pembangunan di Majalengka, dan mirisnya masih meragukan. Seorang alumnus dalam milis tersebut menyatakan yang salah dalam penyelenggaraan pemerintahan di Majalengka adalah transparansi d...

Cabut Mandat = Impeachment??

Geram sekali rasanya melihat kengototan elit-elit politik kita hanya untuk “merasa” menentukan pihak yang benar dan salah. Perdebatan antara Hariman Siregar dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng tempo hari, ternyata belum berakhir. Meskipun yang sering muncul akhir-akhir ini adalah orang lain, tetapi inti permasalahan yang dibicarakan adalah tetap pada lingkup cabut mandat presiden. Di satu sisi Andi Mallarangeng tetap bersikukuh dengan pendiriannya bahwa pihak yang mengatasnamakan rakyat tersebut tidak memahami konstitusi dan mengambil jalan instan untuk berkuasa, menurutnya tindakan tersebut inkonsititusional dan mengada-ada. Secara tersirat -meskipun sebenarnya nampak sangat jelas, Andi menuding pihak yang selama ini menggembar-gemborkan isu cabut mandat sebenarnya ingin berkuasa dan menjadi orang nomor satu di Indonesia, dan dengan penuh ”rasa hormat” Andi juga mempersilahkan mereka untuk mengikuti mekanisme yang ada dan bersabar sampai tahun 2009, dalam pemilihan umum. Andi ...

Andi vs Hariman

Ternyata ada yang lebih menarik daripada pertandingan sepakbola AFF CUP, Senin (15/1) kemarin. Pertandingan mendebarkan yang berakhir seri itu mendapat pesaing kuat, karena pada saat yang hampir bersamaan berlangsung “pertandingan” yang tak kalah panas. Andi Mallarangeng, eks pengamat politik yang kemudian menjadi tokoh Partai PDK, dan belakangan menjadi juru bicara Sang Jenderal di Istana, versus Hariman Siregar, seorang tokoh Malari yang namanya mencuat akhir-akhir ini. “Pertandingan” antara Andi Mallarangeng vs Hariman Siregar itu, tak kalah seru dengsn kengototan yang dimiliki anak asuh Peter Withe melawan timnas Vietnam. Saya cukup intens mengikuti adanya kompetisi diantara dua orang yang berada pada pihak yang berlawanan tersebut. Mulai ketika tindakan Hariman Siregar, Try Sutrisno serta beberapa tokoh nasional yang mendatangi DPR untuk membicarakan kinerja pemerintahan Sang Jenderal di mata mereka, sampai pada satu titik kesimpulan yang ditanggapi sangat reaktif oleh pihak pem...

BLUE PRINT. Jadi Wirausahawan...

RENCANA AWALNA Rencana kuring teh kieu. Pan aya ruangan kosong di bagean hareup imah teh. Tah, kumaha lamun ruangan bekas warung teh dijadikeun tempat rental komputer. Soal geus aya rental komputer nu sejen mah teu masalah, da ari rezeki mah geus aya bageana sorangan-sorangan lain?. Riilna kieu. Eta ruangan teh urang beresihan tina barang-barang nu sakirana teu kapake deui. Sabisana, barang-barang nu di dinya teh dimanfaatkeun, tapi mun aya nu kira-kira geus kurang atawa teu aya manfaatna mending dipiceun wae, daripada ngaheurinan. Lomari nu geus kolot tea urang pindahkeun ka tempat nu leuwih lega jeung cocok. Tapi saacana bisa wae, bagean-bagena nu aya dina eta lomari, nu bisa dimanfaatkeun urang pake atawa dipreteli. Tah mun geus rada lega mah kapan bisa diberesihan eta ruangan teh. Ti mimiti kayu-kayu lomari nu can kapasangkeun tea, nepi ka sapatu-sapatu nu leuwih loba ti batan suku nu aya. Terus sesa-sesa oli motor atawa bensin urang pel sina bersih, kekesed nu geus teu ngabentuk ...

Majalengka. Beberapa tahun yang akan datang...

Image
Pernah tergambar dalam benak saya, suatu keinginan yang mudah-mudahan saja terwujud di masa yang akan datang. Harapan yang semoga, juga menjadi masyarakat Majalengka seluruhnya. Keinginan melihat Majalengka menyaingi kota-kota besar di Jawa Barat atau bahkan di Indonesia, dengan tetap mempertahankan ke-Majalengka-an serta ke-Sunda-annya. Saya berharap 5 atau 8 tahun yang akan datang, Majalengka memiliki struktur masyarakat yang dinamis, progresif dan kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintahan. Mereka senantiasa dan terus ingin maju dalam berbagai hal. Haus akan informasi dan hal-hal baru yang menantang. Mau dan mampu bersaing dengan masyarakat luar daerah atau bahkan luar negeri, dalam berbagai bidang baik politik, ekonomi, sosial dan budaya. Memiliki keinginan yang kuat untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat Majalengka pada umumnya, serta memiliki komitmen yang kuat dan bertanggung jawab untuk kemajuan itu. Di masa yang akan datang, m...

Kerajaan Sindangkasih di Majalengka, benarkah ada?

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca sebuah buku yang cukup menarik. Sebenarnya buku tersebut merupakan terbitan lama, sebaya dengan umur saya sekarang. Faktor keterbatasan dan ketidaktahuanlah yang menyebabkan saya baru bisa menemukan dan membaca buku tersebut setelah beberapa lama. Buku tersebut ditulis oleh seorang kelahiran Cirebon, sekitar tahun 1983. buku tersebut bercerita tentang sejarah Kerajaan Cerbon (buku tersebut menyebutnya demikian), terutama pasca Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah memimpin kerajaan tersebut. Dalam buku Kerajaan Cerbon tersebut diceritakan beberapa hal yang mungkin menurut saya bisa merubah sejarah atau bahkan menghilangkan sama sekali Kerajaan Sindangkasih yang konon pernah ada di Majalengka. Dari beberapa informasi yang saya dapat sebelumnya, bahwa pada zaman sebelum Islam masuk ke Majalengka, terdapat sebuah kerajaan bernama Sindangkasih yang berada di daerah Sindangkasih, Majalengka dan dipimpin oleh ratu bernama Nyi Rambut Kasih. En...