Posts

Showing posts from May, 2014

Ngompol

Image
-mau tak mau NGOMongPOLitik juga- Politik memang logis saat mengutarakan kepentingan, saat berbicara kapan menjadi kawan dan kapan menjadi lawan, tapi sering tidak logis. Membenarkan segala cara demi tercapai tujuannya, demi tidak tercapai tujuan lawan politiknya. Saat tak punya kelebihan, mengujat lawan tentu jadi pilihan. Karena dalam politik, saat diri sadar tak ada kelebihan, akan lebih baik mendapati lawan memiliki banyak kelemahan. Karena masyarakat juga sudah pandai menilai, tak logisnya politik pun terkadang diputar-putar. Bila dulu, orang yang baik itu hampir pasti benar. Dalam politik, akan menjadi relatif. Orang baik tak selalu benar, karena orang baik pasti ada maunya. Orang benar bisa saja dianggap tak baik, sebab orang benar bukanlah orang yang baik, karena kadang dia tak ada maunya makanya dianggap bukan orang baik. Berputar-putar? Dalam politik, orang mengaji pun kadang dicaci, karena dianggap melakukan pencitraan dengan memanfaatkan ayat-ayat suci. Seme

Political (risk) cost

Image
Pesta demokrasi telah usai dan meninggalkan banyak warna, tak hanya kegembiraan dan pesta-pora, namun juga haru-biru, kekecewaan, kegagalan dan bisa jadi gelimang hutang.  Betapa tidak,  demokrasi langsung tentu berkorelasi searah dengan biaya yang dikeluarkan, terutama bagi calon anggota legislatif yang minim visi, misi dan aksi, tapi maksi dalam ambisi. Political cost dan political risk cost Bila diasumsikan di suatu daerah pemilihan DPR RI ada 10 caleg dalam satu partai politik, dikalikan dengan 12 partai politik berarti ada sekitar 120 calon anggota legislatif dalam satu daerah pemilihan. Sedangkan bila setiap calon anggota legislatif DPR RI itu-bila dipukul rata- setidaknya harus mengeluarkan biaya sekitar 1 milyar rupiah [1] , maka dalam satu daerah pemilihan, uang yang berkeliaran untuk sosialisasi, pembuatan alat peraga, komunikasi politik dengan konstituen serta biaya politik lainnya sekitar 120 milyar rupiah. Bila dalam pemilihan umum legislatif kemarin ada 100 daerah

Syair Kehidupan

Image
TAK ADA AKHIR Tak ada yang benar-benar berakhir. Segalanya adalah permulaan. Bahkan kematian pun bukanlah sebuah akhir. Kehidupan adalah awal dari kematian. Dan kematian adalah awal dari kehidupan. Setiap hal yang berakhir, adalah awal permulaan dari hal lain. Jadi.. tak ada sebuah akhir. Yang ada hanyalah perjuangan menuju akhir. Untuk kembali ke sebuah awal,  yang tak pernah berakhir - Malang, suatu hari di 2007 - 

Seleksi (Calon) Hakim

Image
  Seleksi (Calon) Hakim Oleh: Febby Fajrurrahman, SH [1] . Rencana Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial untuk kembali melakukan rekrutmen Calon Hakim bagi 4 lingkungan Peradilan pada tahun anggaran 2015, patut diapresiasi. Betapa tidak setelah sekitar 3 tahun tidak dilakukan rekrutmen Calon Hakim –hanya Calon Panitera Pengganti dan Juru Sita- memang sudah saatnya penyegaran dan penambahan sumber daya manusia terutama untuk mengisi posisi Hakim dilaksanakan kembali. Dengan kondisi terkini, dimana jumlah Hakim yang sekitar ± 8000 personil, yang tersebar pada ± 700 satuan kerja di seluruh   Indonesia, ditambah lagi dengan pemekaran daerah administrasi yang idealnya diikuti dengan penambahan jumlah pengadilan, serta beban perkara yang kian meningkat tiap bulannya, tentu penambahan Hakim baru merupakan hal urgen yang harus dilakukan saat ini. Akan tetapi dengan perubahan sebagaimana termaktub dalam Undang-undang Nomor 49 Tahun 2009, Undang-undang Nomor 50 Tahun 2009 serta Undang-undan