Posts

Majalengka. Beberapa tahun yang akan datang...

Image
Pernah tergambar dalam benak saya, suatu keinginan yang mudah-mudahan saja terwujud di masa yang akan datang. Harapan yang semoga, juga menjadi masyarakat Majalengka seluruhnya. Keinginan melihat Majalengka menyaingi kota-kota besar di Jawa Barat atau bahkan di Indonesia, dengan tetap mempertahankan ke-Majalengka-an serta ke-Sunda-annya. Saya berharap 5 atau 8 tahun yang akan datang, Majalengka memiliki struktur masyarakat yang dinamis, progresif dan kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintahan. Mereka senantiasa dan terus ingin maju dalam berbagai hal. Haus akan informasi dan hal-hal baru yang menantang. Mau dan mampu bersaing dengan masyarakat luar daerah atau bahkan luar negeri, dalam berbagai bidang baik politik, ekonomi, sosial dan budaya. Memiliki keinginan yang kuat untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat Majalengka pada umumnya, serta memiliki komitmen yang kuat dan bertanggung jawab untuk kemajuan itu. Di masa yang akan datang, m...

Kerajaan Sindangkasih di Majalengka, benarkah ada?

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca sebuah buku yang cukup menarik. Sebenarnya buku tersebut merupakan terbitan lama, sebaya dengan umur saya sekarang. Faktor keterbatasan dan ketidaktahuanlah yang menyebabkan saya baru bisa menemukan dan membaca buku tersebut setelah beberapa lama. Buku tersebut ditulis oleh seorang kelahiran Cirebon, sekitar tahun 1983. buku tersebut bercerita tentang sejarah Kerajaan Cerbon (buku tersebut menyebutnya demikian), terutama pasca Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah memimpin kerajaan tersebut. Dalam buku Kerajaan Cerbon tersebut diceritakan beberapa hal yang mungkin menurut saya bisa merubah sejarah atau bahkan menghilangkan sama sekali Kerajaan Sindangkasih yang konon pernah ada di Majalengka. Dari beberapa informasi yang saya dapat sebelumnya, bahwa pada zaman sebelum Islam masuk ke Majalengka, terdapat sebuah kerajaan bernama Sindangkasih yang berada di daerah Sindangkasih, Majalengka dan dipimpin oleh ratu bernama Nyi Rambut Kasih. En...

Melarang Poligami...?

Indonesia kembali hangat. Topik yang muncul berkali-kali di media cetak dan elektronik kali ini cukup menarik diperbincangkan –apalagi dipergunjingkan-, keduanya terkait dengan tokoh nasional, yang sama-sama dikenal masyarakat Indonesia. Aa Gym dan Yahya Zaini. Berita mengenai kedua pibadi tersebut seakan silih berganti menjadi headline dalam tiap media, baik televisi maupun surat kabar. Meskipun persoalan keduanya sangat berbeda sama sekali, karena nama yang pertama menjadi sorotan sebab melakukan hal yang “dibolehkan” agama, tetapi dikecam masyarakat, sedangkan nama kedua melakukan perbuatan yang jelas-jelas dilarang agama, tetapi menjadi sarana yang empuk bagi lawan-lawan politik yang bersangkutan untuk menjatuhkan posisinya di DPR maupun partainya sendiri. Agaknya setiap orang kini berlomba-lomba memberikan komentar-komentarnya atas hal tersebut. Terlebih pada persoalan yang sedang menimpa Aa Gym. Banyak pihak yang –diminta atau tidak- turut bersuara mengecam maupun menyatakan...

Kesalahan Terbalik

Syahdan, seorang guru mengajar muridnya di suatu Sekolah Dasar. Guru tersebut berkata “Anak-anakku, sekarang kita akan mempelajari sesuatu hal yang perlu kita renungkan. Dalam pelajaran ini, kita akan membuat suatu permainan” “Permainan apa, Bu?” tanya salah seorang murid. ”Permainan sederhana, peraturannya sangat mudah, kalian tinggal menyebutkan benda yang Ibu acungkan” jawab Bu Guru tersebut. ”Ibu membawa penggaris di tangan kanan ibu, dan spidol di tangan kiri ibu. Kalian tinggal menyebutkan apa yang ibu acungkan” jelas Ibu Guru tersebut. ”Gampang khan?” ”Iya, Bu”. Murid-murid tersebut berkoor. Lalu Ibu Guru tersebut mengacungkan satu persatu tangannya. Ketika dia mengangkat tangan kanan, murid-murid dengan serempak menjawab ”Penggaris”, begitupun halnya ketika tangan kiri si Ibu diangkat, murid-murid kembali serempak ”Spidol”. Berulang-ulang Ibu Guru tersebut mengangkat tanganya secara bergantian. ”Nah, anak-anakku kalian bisa dengan mudah khan membedakan penghapus dan spidol?”...

Hariwang ku skripsi yeuh...!!

Hariwang ku skripsi yeuh, teu geura anggeus. Teuing dimana “rangkaian” nu geus direncanakeun teh pegatna. Nu jelas, kuring can ngarasa yen skripsi nu geus dikerjakeun ku kuring teh perfect jeung saideal nu diharepkeun. Kahayang mah skripsi teh mendekati atawa sahenteuna cocok keur bacaeun mahasiswa sejen nu keur ngerjakeun skripsi dina waktu ka hareup. Tina segi bahasa mah kuring teu pati hariwang kana skripsi teh da seeutik loba kuring sering nulis sanajan heuheureuyan oge, tapi mun ti segi substansi kuring masih kurang sreg, aya keneh wae rarasaan teh nu kurang. Boh dina data, boh dina keterkaitan unggal paragrapna. Jigana teh penelitian nu geus dilakukeun teh kurang mendalam meureun. Tapi da memang data na ngan sakitu-kituna, ceuk nu boga data teh. Ari partisipasi masyarakat mah ngan pas perencanaan, terus lolobana dina tahap sosialisasi wae. Lamun ningali proses dijieunna hiji peraturan perundang-undangan di Indonesia mah umumna memang kawas kitu. Dilibatkeuna masarakat kana p...

Bush (part II)

Ada-ada saja ulah masyarakat Indonesia terkait rencana kunjungan Bush ke Indonesia. Dapat dimaklumi sebenarnya aneka reaksi yang muncul dalam masyarakat itu, karena memang di masa lalu (atau bahkan sekarang juga) ada beberapa kerikil yang menyebabkan buruknya hubungan rakyat Indonesia secara pribadi dengan Amerika Serikat. Buruknya hubungan tersebut memang sebagian besar disebabkan kebijakan politik AS yang dinilai oleh masyarakat Indonesia terlalu menekan dan bahkan menginjak-injak kedaulatan RI sebagai suatu negara merdeka. Isu terorismelah yang disinyalir merupakakan faktor permasalahan utama antara Indonesia dengan Amerika Serikat. Masing-masing pihak saling menuding teroris, meskipun Amerika sendiri tidak secara eksplisit menyebut Indonesia sarang teroris, tetapi dengan adanya berbagai kejadian teror di Indonesia dan dengan Amerika (yang konon) menjadi negara paling depan dalam memerangi teror itu, secara tidak langsung dalam berbagai forum internasional sering menyebutkan pera...

HIDUP TERBALIK

Hidup itu sulit. Hidup menghabiskan banyak waktu, semua akhir minggu, Dan apa yang kau dapatkan pada akhirnya? …Kematian, hadiah yang hebat. Kurasa daur kehidupan itu terbalik. Kau mestinya mati dulu, singkirkan dulu hal itu. Lalu kau tinggal dua puluh tahun di rumah jompo. Kau diusir kalau sudah terlalu muda, Kau mendapat jam emas, lalu bekerja. Kau bekerja empat puluh tahun sampai kau cukup muda untuk menikmati pensiun. Kau kuliah, kau berpesta sampai kau siap untuk SMU, Kau menjadi remaja, kau bermain, kau tak punya tanggung jawab. Kau menjadi anak kecil, kau kembali ke rahim, Kau melewatkan sembilan bulan terakhirmu melayang-layang. Dan kau berakhir sebagai sinar di mata seseorang. [Norman Glass]