Posts

Showing posts with the label Lain-lain

Membuka mata & telinga

Image
Dunia Peradilan kembali jadi sorotan, saat agitasi ketidakadilan ramai disuarakan di dunia maya. Pencetusnya Putusan Pengadilan Negeri Palembang, yang berkaitan dengan kebekaran hutan di Sumatera Selatan. Lalu bermuculan meme-meme yang pada intinya memiliki kesamaan: penentangan terhadap putusan itu, lebih khusus lagi penghujatan terhadap salah satu Hakimnya, Parlas Nababan. Hal yang sebenarnya merupakan kesalahpahaman (tepatnya kegagalpahaman), yang penjelasan atau klarifikasinya tidak pernah -mau- diindahkan oleh khalayak, dengan tetap berlindung dan menutupi diri dari masker bernama: keadilan dan kepentingan kemanusian. Kebenaran adalah tetap kebenaran, apapun dan dimana pun posisi kita duduk dan berdiri. dan kita dituntut untuk menegakannya. Sementara kekeliruan tetap saja adalah kekeliruan, sebanyak apapun dilakukan, sesering apapun diulangi, tetap saja itu bukanlah kebenaran hakiki. Begitupun terhadap hal ini. Lepaskan dulu kacamata "perasaan" dan "asumsi...

Kolot

Image
-P elajaran moral kali ini adalah: Kampus terkadang bukan tepat yang tepat untuk mencari kebenaran, apalagi hiburan-. Masih tergambar jelas di dalam benak kejadian sekitar 10 atau 15 tahun lalu, settingnya saat masih berstatus mahasiswa S-1 di Malang, interaksi langsung dengan seorang Guru Besar yang mengajar Hukum Agraria. Interaksi yang terbilang membekas dalam font Arial Black ukuran 18 pt dan tipe Bold , bagi seorang pendendam yang memiliki ingatan kuat sepertiku. Karena masuk kelas belakangan, saat itu kebagian jatah duduk di VIP alias front row di ruang kelas. Entah karena ingin memberi perhatian lebih pada paparan sang Guru Besar, penulis tidak- atau mungkin tidak kelihatan- sekali pun menggerakkan ujung pena untuk menulis apa yang dijelaskan sang dosen. Dan itu rupanya menjadi masalah yang sangat besar bagi sang Professor. Maka terlontarlah ucapan telaknya: "Anda ini tidak menulis apa yang saya catat di papan. Kalau tidak memiliki pena, biar saya pinjamkan!...

Hakim Inspiratif, ataukah Fiktif?

Image
Masukan saja ke dalam penggolongan narasi biasa, yg tidak terlalu serius. Serupa dengan postingan sebelumnya yg lebih bernada "teriakan sumbang" seorang idealis daripada "bisikan merdu" ilmiah yg kerap -dicoba- disampaikan dalam blog ini. Cerita - same old brand new -, kembali terangkai tentang Hakim, yang secara viral sudah banyak menyebar. Penuturnya kali ini adalah seorang pendidik, yang entah mulai melunak setelah teguran tajamku tempo hari, atau memang karena ingin membawakan manifestasi konkrit dari subyek kajian yg diasuhnya tentang Hukum & Masyarakat. Kunilai sang pendidik itu dangkal - sepertiku -, karena kerap menyampaikan narasi ataupun analogi dalam ceramah akademisnya dengan menggunakan diri sendiri sebagai acuan dan konstanta. Bahasa sederhananya, doyan curcol , bahasa fotografinya doyan selfie , bahasa Islamiknya, doyan riya . Berawal dari bahasan struktur hukum yang kuat, yang di dalamnya meliputi aparat hukum yang berintegritas dan pro...

Opportunisme & Hipokritas

Image
Bila oportunisme di dunia sepakbola identik dengan ketajaman dan naluri mencetak gol yang tinggi, yang tentu berkesesuaian dengan besarnya pengidolaan supporter dan fans kepadanya, seperti yang disematkan kepada striker ceking Italia : Pippo Inzaghi, tapi oportunisme di dunia nyata, identik dengan hal negatif, sebuah hipokritas, ataupun sebuah inkonsistensi sikap. Tak perlu payah-payah mencari idiom oportunisme semisal naluri mencetak gol Pippo Inzaghi – yang bisa mencetak gol, tak hanya melalui kaki kanan-kirinya, tapi juga lewat sundulan kepala, bahkan mulut, dada, perut dan hampir semua anggota tubuhnya-, di dunia nyata, pelototi saja televisi lokal, terutama yang memuat berita-berita –yang juga lokal-, niscaya banyak kita temui subyek dan obyek oportunisme berseliweran di depan muka kita. Teori mendasar dari oportunisme alias hipokritas adalah, saat A berada pada posisi X, maka dia bersikap B. Namun saat A berada pada posisi Y, sikapnya adalah C, bukan lagi B. Rumusan matema...

Pergumulan THR dan Ketupat Lebaran

Image
Hari raya identik dengan kemegahan atau kesenangan, bisa diartikan harfiah, bisa diartikan juga secara istilah. Yang pasti, haram bagi orang yang merayakannya untuk bersusah-susah. Malah dalam Islam, berpuasa (shaum) pun diharamkan di hari raya Idul Fitri, dengan alasan tidak ada pengecualian kebahagiaan bagi setiap orang di hari itu. Identifikasi lain di hari raya Idul Fitri khususnya Indonesia adalah ketupat, meskipun dirasakan kian hari kian luntur. Hedonisme dan permisivisme boleh dikatakan memegang peranan vital sehingga semakin menafikan posisi ketupat di hari raya Idul Fitri, karena betapa tidak, ritual budaya -termasuk eksistensi ketupat- kian terpinggirkan oleh hal yang jauh lebih –bisa dikatakan vital dan -substansial daripada sebuntal beras yang dimasukkan ke kulit daun kelapa dan dikukus, kemudian dinikmati dengan makanan berkuah, opor, soto maupun rawon. Tunjangan hari raya. Itulah terminologi yang mebiaskan kedudukan ketupat di hari raya. Terminologi ya...

Carita di nagari Legok Hangseur

Image
Aya hiji-hijina toko obat nu geus lila dipiboga ku kulawarga Kurawa. Sapopoena ngajualan mangrupa-rupa obat, ti mimiti obat kutil sampe ka obat kuat. Hiji mangsa Kapala Dinas Kasehatan di nagari Legok Hangseur karek diganti. Jelemana rada teugeug, teuing pedah bakat, teuing pedah tungtutan pagawean. Nu jelas manehna teu pati dipikaresep ku sakabeh kulawarga Kurawa, utamana kusabab beda pandangan soal bisnis obat nu keur rame harita. Kasedek ku kanyataan sababaraha kali kajadian aya jelema nu geringna beuki parah sanggeus meuli jeung nginum obat ti toko eta, sampe aya nu paeh sagala, -teu kaitung ari nu teu cageur-cageur mah-, lantaran euweuh piliheun da ukur eta hiji-hijina toko obat di nagari Legok Hangseur, Kapala Dinas eta menta bantuan ka hiji tim nu tugasna ngawas kualitas obat-obatan. Hal nu salila ieu, biheung teuing kapikiran ku Kapala Dinas nu memehna, teuing dianggap teu perlu, teuing pedah nganggap obat-obatan nu dijual di toko obat Kurawa manjur kabeh. Sabaraha...

Mimpi Kolam Hijau

Image
Mimpi, memang kadang tak masuk akal dan aneh. Karena hal-hal tak biasa sering terjadi saat bermimpi. Sampai para ahli (ilmuwan maupun cenayang), memberikan tafsiran masing-masing terkait mimpi dengan keahliannya yang sama sekali berbeda.  Mimpi kadang jadi penghibur, saat apa yang dialami di kehidupan nyata tak terjangkau dan tak teraih, sementara di alam mimpi segalanya menjadi sangat mungkin dan terasa menjadi realita. Seperti yang dikatakan sang ahli Wikipedia, bahwa kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata dan di luar kuasa pemimpi.  Itulah mimpi yang indah dan menghibur. Meskipun dikatakan - dan terbukti- pada sebagian orang, ada yang bisa mengendalikan (mengkontrol) mimpi mereka dalam kadar-kadar tertentu. Namun kebalikannya, kadang mimpi pun malah menambah stress dan tersiksa kehidupan. Karena tak cukup dengan beratnya hidup yang ditanggungkan, akan semakin bertambah dengan seringnya mimpi buruk yang menghampiri, sehingga nyaris tak ada ...

Realita Konsumen Dalam Pelayanan (2)

Image
Cerita lainnya adalah tagihan listrik. Sebagai satu-satunya penyedia layanan listrik, PLN adalah BUMN yang mendominasi -bila tidak mau dikatakan memonopoli- hal ikhwal pelayanan listrik di negeri ini. Hal ini tentunya secara logis menjadi potensi keuntungan tiada tara bagi mereka, karena dengan lebih dari 300 juta penduduk yang berarti sekitar 100 juta KK atau setidaknya katakanlah - melihat realita belum seluruh wilayah indonesia mendapatkan aliran listrik-  50 juta KK akan menggantungkan nasib hidup mereka kepada PLN, mengingat listrik sudah menjadi kebutuhan primer selayaknya air, udara dan makanan - serta mungkin politik-. Bila diasumsikan 1 KK membayar tagihan listrik 100 ribu per bulan, maka hampir 5 trilyun rupiah per bulan, PLN akan mendapat pemasukan. Itu di luar konsumsi listrik industri yang - ilmul yaqin - akan membayar berkali-kali lipat daripada konsumsi listrik rumah tangga. Dengan pendapatan sebesar itu setiap bulannya, tak lantas menjadikan kinerja PLN ber...

Realita Konsumen dalam Pelayanan (I)

Image
Kerja asal-asalan tak lagi tepat bila hanya ditujukan kepada pegawai negeri sipil saja. Kalangan swasta yang nota bene bekerja berdasarkan prinsip ekonomi yang murni -penghasilan sesuai kinerja - pun sudah terkontaminasi dengan prinsip kerja asal-asalan, tanpa hati dan ketulusan, apalagi hasil kerja yang memuaskan. Salah satu kunci sukses dalam berbisnis - maupun berbagai bidang pekerjaan lainnya- adalah ketulusan dan ketidaksetengahatian dalam bekerja. Karena kembali kepada prinsip ekonomi tadi, penghasilan itu berbanding lurus dengan kinerja. Di bidang jual beli maupun penyedia jasa layanan, keramahan dan ketulusan dalam memberikan layanan adalah pembeda antara bisnis yang satu dengan bisnis lain, baik yang sejenis maupun yang berbeda. Kompetisi kualitas barang maupun jasa dalam berniaga, sejatinya berada pada level yang tidak terlalu timpang. Sehingga pada saat itu, pelayanan dan ketulusan memberikan pelayanan, dalam menjajakan barang atau jasa yang disediakan, sudah secara oto...

Syair Kehidupan

Image
TAK ADA AKHIR Tak ada yang benar-benar berakhir. Segalanya adalah permulaan. Bahkan kematian pun bukanlah sebuah akhir. Kehidupan adalah awal dari kematian. Dan kematian adalah awal dari kehidupan. Setiap hal yang berakhir, adalah awal permulaan dari hal lain. Jadi.. tak ada sebuah akhir. Yang ada hanyalah perjuangan menuju akhir. Untuk kembali ke sebuah awal,  yang tak pernah berakhir - Malang, suatu hari di 2007 - 

(Mungkin) bergunjing..

Image
--Kami sudah muak dengan perendahan martabat ini. Bukan kami ingin diagung-agungkan. Kami hanya ingin hak-hak mendasar kami dalam bekerja dipenuhi-- Di awal dilantik menjadi Hakim, kami sudah merasa dicurangi. Kami dipungut biaya pelantikan, biaya makan-makan. Padahal semestinya -dan dikemudian hari kami tahu bahwa-telah ada anggaran kantor yang diperuntukkan bagi pelantikan. Dan besarannya pun cukup untuk beberapa kali pelantikan atau perpisahan. Jadi, digunakan untuk apa anggaran itu, bila ternyata kami tetap dimintai uang untuk pelantikan? Perlakuan terhadap kami, Hakim muda pun sangat kentara berbeda. Oleh Pansek, kami dipanggil nama. Padahal itu dalam dinas, dalam jam kantor. Bukan kami ingin dianggap lebih tinggi derajatnya. Namun, apa pantas seorang Hakim dipanggil nama di kantornya? Oleh seseorang yang bahkan bukan atasannya? Hanya karena kami jauh lebih muda, dan merasa dia jauh lebih tua. Apa pantas, orang yang dipanggil Yang Mulia dalam persidangan, seenak perutnya ...

Lalampahan Abah Sastra

Image
Abah Sastra, bapana Marhaya. Marhaya banjaran, bandar samangka. Nah, lantaran garwana aya maksad hajat. Hajat badag da nanggap wayang sagala, Abah Sastra kapaksa ngala nangka ka Majalaya, sabab aya tangkal nangka ngajajar dapalan tangkal, na sawah saat. Abah sastra mawa karanjang sabab abah sastra nyangka nangkana baradag sarta arasak. Barang datang ka majalaya, abah sastra kasampak tangkal nangka araya, Da apan tangkal nangka mah kan tara kamana-mana. Abah Sastra gagancangan ngalacat kana tangkal nangka. Barang ngalacat kana dahan pangbadagna, Abah Sastra ngagakgak sarta cacalawakan, ngbarakatak, sabab aya gakgak dan ada haphap. Haphap ngarayap kana palangkakan. Lantaran abah sastra ajrag-ajragan. Nya abah sastra ragrag ka handap. Ragragna nangkarak, ka sawah saat. Alaaah, Abah Sastra sangsara. Sabab Abah Sastra kakarayapan na sawah saatna. Da lapar. Hanaang. Rada lawas Abah Sastra nalangsana na sawah saat. Aya kana salapan abadna. Salapan ahad! Lantaran Abah Sastra ...

Cerita Pendek Perilaku Korup

Mudik lebaran kemarin, saya bertukar cerita dengan seorang supir taksi plat hitam di Terminal A, Kota M. Selepas mengisi premium di SPBU sekitaran Bl, dia mengeluh kepada saya karena nggak puas dengan pelayanan di SPBU itu. Saya menyarankan, laporkan saja kalau tidak puas. Toh ada nomor telpon yang memang dikhususkan untuk pelayanan keluhan pelanggan. Mendengar komentar tersebut, supir tersebut menjawab: “Ah kalo buat rakyat kayak kita, nggak begitu berfaedah Mas, lapor sana-sini. Malah bikin ribet” Menanggapinya, saya memberikan saran: “Lha, itu khan hak kita sebagai konsumen, kalo pelayanan atau apapun yang menjadi hak kita tidak diberikan semestinya, kita berhak complain koq. Supaya itu juga menjadi efek jera buat penyedia layanan yang seenaknya”. Terang saya panjang-lebar. Permakluman Percakapan kemudian melebar ke soal pungutan liar dan sebagainya yang kerap “diderita” para pengemudi maupun perusahaan penyedia jasa, yang ujung-ujungnya akan membebankan kepada konsumen. Co...

Jangan Disini!

Image
Jangan disini kita berhenti.  Peluh ini tlah hebat sangat.  Tunggu lah sebentar, sepelepasan mata ke depan,  boleh-lah kita mencari teduhan.  Ke ladang itu kita ditunggu,  menjejak tanah hunjamkan alu.  Biar bumi rasakan pula,  kesungguhan kita hargai semesta.  Ooo tunggulah,  beberapa tarikan nafas saja.  Kuyakin semoga tak lama,  parutan kasar di kerongkongan,  sirna bersama dahaga.  Ooo, bertahan saja.  Mari kugandeng lunglaimu Biar giliran kita berpincang setapak kuat berpijak. Jangan disini kita berhenti.  karena bagi kita tak ada pilihan Yakin harus kita tanam dalam, sangat dalam.. terinspirasi dari Chairil Anwar Soekarno-Hatta 280912

Kota Bandung dan Kota Malang

Entah kebetulan atau tidak, ada kemiripan yang hampir identik antara Kota Bandung di Jawa Barat dan Kota Malang di Jawa Timur. Sekembalinya penulis mengenyam pendidikan di Kota Malang selama beberapa tahun, dan “berkelana” selama beberapa waktu di Kota Bandung, penulis menemukan beberapa kemiripan diantara keduanya. Yang, mudah-mudahan saja tidak mengada-ada. Bandung, sejak dahulu telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sebagai Parijs van Java akan tetapi ada julukan lain yang juga tak akan mudah terlupakan, yakni Kota Kembang. Kota Malang pun sepengetahuan penulis, mempunyai julukan yang hampir sama, yaitu Kota Bunga. Bahkan ada salah satu stasiun radio di Malang, yang penulis yakin mencatut semboyan itu menjadi MAKOBU, akronim dari Malang Kota Bunga. Bergeser ke status otonomi daerahnya, kedua daerah sama-sama berstatus Kota(madia), yang dipimpin oleh seorang Walikota. Uniknya saat ini, nama kedua Walikota tersebut juga memiliki hal yang agak mirip, meskipun bisa dan u...

Anekdot

Pada suatu persidangan setelah Hakim Ketua Majelis membacakan Putusan, maka sesuai dengan Hukum Acara, Hakim Ketua Majelis menanyakan kepada para pihak apakah menerima Putusan Majelis Hakim. “Bagaimana, apakah pihak Penggugat menerima?” Dijawab Kuasa Penggugat. “Saya menerima Yang Mulia”. Kemudian kepada pihak Tergugat, Hakim Ketua Majelis pun menanyakan hal yang sama. Dijawab oleh kuasa Tergugat “Saya menerima Pak Hakim”. Tiba-tiba ada suara celetukan di sebelah kanan belakang Hakim Anggota I: “Saya belum terima Pak”.

The Colors of ELECTION (english version)

Approximately 3 weeks already, the people of Indonesia Ürün rembug determine who their representatives in the legislature. Along the way the General Election Commission, Provincial Election Commission, Election Commission of Regency / City, KDP and KPPS preoccupied and distracted by a variety of issues surrounding the legislative elections after the implementation. Indisputable complexity and the complexity of most issues unresolved, making the performance of the members of the Commission from the center to the area desperate and overwhelmed. About DPT, the manipulation of votes, a recapitulation of the chaotic, crime and so is the election mosaics embedded in the implementation of democratic intent of the 3rd post-reform and post 9 of this old order collapsed. In addition to technical issues and electoral institutions, there is also a sad phenomenon that hit a number of legislative candidates who nevertheless became legislators. Stress, mental disorder, bankruptcy and some are real ef...

Hariwang ku skripsi yeuh...!!

Hariwang ku skripsi yeuh, teu geura anggeus. Teuing dimana “rangkaian” nu geus direncanakeun teh pegatna. Nu jelas, kuring can ngarasa yen skripsi nu geus dikerjakeun ku kuring teh perfect jeung saideal nu diharepkeun. Kahayang mah skripsi teh mendekati atawa sahenteuna cocok keur bacaeun mahasiswa sejen nu keur ngerjakeun skripsi dina waktu ka hareup. Tina segi bahasa mah kuring teu pati hariwang kana skripsi teh da seeutik loba kuring sering nulis sanajan heuheureuyan oge, tapi mun ti segi substansi kuring masih kurang sreg, aya keneh wae rarasaan teh nu kurang. Boh dina data, boh dina keterkaitan unggal paragrapna. Jigana teh penelitian nu geus dilakukeun teh kurang mendalam meureun. Tapi da memang data na ngan sakitu-kituna, ceuk nu boga data teh. Ari partisipasi masyarakat mah ngan pas perencanaan, terus lolobana dina tahap sosialisasi wae. Lamun ningali proses dijieunna hiji peraturan perundang-undangan di Indonesia mah umumna memang kawas kitu. Dilibatkeuna masarakat kana p...

HIDUP TERBALIK

Hidup itu sulit. Hidup menghabiskan banyak waktu, semua akhir minggu, Dan apa yang kau dapatkan pada akhirnya? …Kematian, hadiah yang hebat. Kurasa daur kehidupan itu terbalik. Kau mestinya mati dulu, singkirkan dulu hal itu. Lalu kau tinggal dua puluh tahun di rumah jompo. Kau diusir kalau sudah terlalu muda, Kau mendapat jam emas, lalu bekerja. Kau bekerja empat puluh tahun sampai kau cukup muda untuk menikmati pensiun. Kau kuliah, kau berpesta sampai kau siap untuk SMU, Kau menjadi remaja, kau bermain, kau tak punya tanggung jawab. Kau menjadi anak kecil, kau kembali ke rahim, Kau melewatkan sembilan bulan terakhirmu melayang-layang. Dan kau berakhir sebagai sinar di mata seseorang. [Norman Glass]